Sungguh sebuah nikmat yang tak disangka ketika selesai mengikuti pembinaan Madin di Kemenag Kab Kulonprogo. Adzan dhuhur telah berkumandang dan saatnyalah menunaikan ibadah agung kepada dzat yang maha Agung. Selesai shalat tak disangka ternyata yang maju ke mimbar untuk kultum adalah ustadz yang sangat aku hormati Ustadz Muh. Wahib Jamil. pesan-pesan beliau sungguh mengetuk hati.
Bagaimana tidak, beliau menyampaikan tentang keistiqomahan dalam hidup. Ada dua hal yang beliau sampaikan :
Pertama, Jika kita ingin tetap istiqomah maka kuatkan lah keikhlasan dalam diri kita di setiap tempat dan waktu. Dengan keikhlasan maka hati kita akan lebih tenang dan tidak akan terpengaruh dengan apapun. Ketika mendapat pujian maka kita tidak akan menjadi sombang dan ketika mendapat cercaan atau kerugian maka kita tidak akan menjadi kecil hati. Kita harus ingat bahwa setiap yang kita lakukan bisa dinilai positif maupun negatif. Contohnya seorang pejabat Kemenag yang mengadakan hajatan besar-besaran, kemudian ada yang komentar "Wah berapa ya hutang yang harus dibayar kok pejabat Kemenag bisa mengadakan hajatan sebesar ini...???". Demikian juga sebaliknya ketika mengadakan hajatan yang sederhana maka tetap ada saja yang komentar "Wah untung yang diraup berapa ya kok tamunya ja banyak tapi suguhannya cuman segini...???". Maka dari itu kunci segalanya adalah keikhlasan dan tindakan yang tepat sehingga apapun komentar orang kita tidak akan terpengaruh karena kita niat hanya milik Allah dan melakukan yang terbaik untuk Allah.
Kedua, Jika kita ingin tetap istiqomah maka janganlah kita menyalahkan atau mencela hadits dan ayat-ayat Allah. Ketika kita sedang mengalami suatu hal yang tidak sesuai dengan apa yang disampaikan dalam Al-Qur'an maka satu hal yang harus dirubah adalah pola pikir kita terhadap al-Qur'an dan al-Hadits tersebut. Kita harus menanamkan dalam diri kita sebuah keyakinan bahwa ketika Allah dan RasulNya menyampaikan sesuatu maka itu akan berlaku sampai akhir zaman.
Mari kita saling menguatkan keistiqomahan dalam diri kita...!!!
Bagaimana tidak, beliau menyampaikan tentang keistiqomahan dalam hidup. Ada dua hal yang beliau sampaikan :
Pertama, Jika kita ingin tetap istiqomah maka kuatkan lah keikhlasan dalam diri kita di setiap tempat dan waktu. Dengan keikhlasan maka hati kita akan lebih tenang dan tidak akan terpengaruh dengan apapun. Ketika mendapat pujian maka kita tidak akan menjadi sombang dan ketika mendapat cercaan atau kerugian maka kita tidak akan menjadi kecil hati. Kita harus ingat bahwa setiap yang kita lakukan bisa dinilai positif maupun negatif. Contohnya seorang pejabat Kemenag yang mengadakan hajatan besar-besaran, kemudian ada yang komentar "Wah berapa ya hutang yang harus dibayar kok pejabat Kemenag bisa mengadakan hajatan sebesar ini...???". Demikian juga sebaliknya ketika mengadakan hajatan yang sederhana maka tetap ada saja yang komentar "Wah untung yang diraup berapa ya kok tamunya ja banyak tapi suguhannya cuman segini...???". Maka dari itu kunci segalanya adalah keikhlasan dan tindakan yang tepat sehingga apapun komentar orang kita tidak akan terpengaruh karena kita niat hanya milik Allah dan melakukan yang terbaik untuk Allah.
Kedua, Jika kita ingin tetap istiqomah maka janganlah kita menyalahkan atau mencela hadits dan ayat-ayat Allah. Ketika kita sedang mengalami suatu hal yang tidak sesuai dengan apa yang disampaikan dalam Al-Qur'an maka satu hal yang harus dirubah adalah pola pikir kita terhadap al-Qur'an dan al-Hadits tersebut. Kita harus menanamkan dalam diri kita sebuah keyakinan bahwa ketika Allah dan RasulNya menyampaikan sesuatu maka itu akan berlaku sampai akhir zaman.
Mari kita saling menguatkan keistiqomahan dalam diri kita...!!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar