Rabu, 02 Maret 2011

Ketika Suasana Baru telah Muncul

Perbedaan adalah sesuatu yang wajar. Akan tetapi manakala hal itu dimanaj dengan baik maka akan menjadi sebuah media untuk menguatkan sebuah ikatan. Manakala tidak maka hanya akan menjadi sesuatu yang berakhir pada suasanya baru yang mengarah pada hal tak nyaman.

Sebuah kelompok kecil anggap saja sebagai keluarga kecil dari para pencari ilmu sekian lama telah diikat dengan sesuatu yang membuat terasa hangat manakala mulai muncul dari diantara anggotanya sebuah faham yang baru maka dari sinilah benih-benih perpecahan mulai muncul. Boleh kita berbeda karena tidak cocok dengan suasana yang sedang dialami akan tetapi komunikasi tetaplah harus dibangun agar tidak terjadi kesalah fahaman.

Hal yang baik ketika salah dalam menyampaikan maka akan menjadi buruk hasilnya. Demikian juga hal yang baik, penyampaian baik namun kebetulan yang kita sampaikan sedang dalam kondisi tidak cocok maka hasilnya pun akan menjadi buruk. Maka dari itu bukan masalah apa yang kita sampaikan namun bagaimana kita menyampaikan, sedang dalam kondisi apa yang mau kita ajak bicara dan seberapa besar kapasitas kita dalam menyampaikan hal tersebut. Jika hal ini semua tidak difahami maka keluarga kecil yang sudah terikat pun akan kemudian muncul suasana baru benih-benih perpecahan.

Kita tidak boleh memaksakan pemikiran kita. Memang baik apa yang kita fahami akan tetapi jangan sampai kemudian kita menganggap buruk orang lain yang memiliki faham lain. Jangan kita anggap orang yang tidak tilawah bersama kita itu berarti dia tidak pernah tilawah, bisa jadi dia malah lebih rajin dalam tilawah hanya saj mungkin kebetulan kita tidak tahu. Sooo dalam setiap kondisi kita perlu hati-hati dalam menyampaikan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar